COVID Telah Menyelamatkan Hidupku


    Kapan ya COVID-19 masuk ke Indonesia? Seingatku sekitar bulan Februari 2020. Saat itu belum menyebar ke seluruh Indonesia. Kayaknya sekitar bulan Mei gitu ya baru menyebar dengan cepat. Kalau gak salah bulan Juni pemerintah baru menerapkan PPKM. Itu sangat ketat.

    Hampir sebulan sampai 2 bulan aku tidak masuk kerja. Potong rambut pun tidak bisa. Mana sudah panjang banget lagi. Untung saja makanan sudah diantisipasi. Setiap hari masak masakan rumah. Aku juga merasakan bagaimananya stress seluruh keluarga karena selalu berada di rumah. Tiap hari ada saja masalah. Mulai dari malas minum vitamin, setiap hari cuci tangan pakai sabun. Kadang capek gitu melakukan setiap saat.

    Akhirnya saat bulan Juli kalau tidak salah, pemerintah sudah meringankan sedikit PPKM. Aku sudah mulai bisa pergi kerja. Dan harus aku akui bahwa selama COVID ini telah sedikit membuatku lebih "hidup". Aku justru berharap COVID ini tidak akan hilang untuk selamanya.
 
 
    Pertama-tama aku ingin bilang bahwa dulu aku adalah orang yang sangat pemalu, tidak percaya diri, gampang gugup, dan masih banyak lagi. Oh ya aku juga jelek. Itu yang buat aku sangat susah untuk percaya diri. Mana pula pendek lagi. Bagi seorang laki-laki aku rasa itu adalah hal yang sangat "rendah". Ngomong-ngomong aku juga tidak bisa naik motor. Sudah umur di atas 23 tahun, belum bisa naik motor. Sepeda saja tidak bisa.
 
    Tetapi semua itu berubah saat pandemi. Kita semua tahu bahwa di awal-awal pandemi, layanan ojek online tidak boleh membawa penumpang. Sebelum pandemi setiap pergi kerja aku selalu naik ojek online. Sekarang aku jadi bawa motor sendiri. Sebenarnya aku bisa bawa motor. Tetapi tidak bisa bawa di jalanan yang terlalu banyak orang. Tetapi tahu sendiri kan bahwa selama awal-awal pandemi tidak banyak orang. Sehingga saat itu aku bawa motor bisa leluasa sekalian lebih banyak belajar dan membiasakan diri. Dan aku sudah cukup lancar bawanya. Bersyukur banget! Bayangin seorang laki-laki tidak bisa bawa motor. Banyak yang mempertanyakan aku soal itu dan aku juga merasa sangat malu.

    Ada satu lagi yang membuat hidupku cukup berubah yaitu masker. Memakai masker adalah cara agar terhindar dari COVID-19. Tetapi bagiku sekedar dari itu. Memakai masker berarti menutupi wajah jelekku. Apalagi saat memakai masker duckbill warna hitam. Gila! Aku terlihat cukup ganteng. Malah terlihat seperti orang korea. Tiba-tiba rasa percaya diriku naik from zero to one hundred. Aku juga jadi lebih bisa bergaul. Dan harus aku akui juga bahwa banyak perempuan yang nyuri pandang ke aku. Senang banget.
 
     Itu kalau saat aku pakai masker saja. Kalau gak pakai, mana berani aku. Aku juga akhirnya punya alasan kenapa pakai masker. Yaitu karena ada virus COVID. Jadinya orang bisa maklumin. Aku juga kalau keluar pasti tidak akan buka masker ya karena itu malu. Jelek. Walaupun itu bisa jadi namanya mask fishing sih. Aku juga tertarik nih bahas tentang mask catfish. Nah itulah kenapa aku berharap agar pandemi ini jangan berakhir untuk selamanya. Ya paling tidak jangan parah banget. Kalau bisa jadi endemi aja juga boleh. Yang pasti aku masih punya alasan kenapa harus pakai masker. Jahat banget ya aku.

Komentar