Ingin Cepat Selesai, Ingin Cepat Sampai ke Tujuan. Untuk Apa?
Calm down! Take your time. Ngapain sih cepat-cepat? Untuk apa terburu-buru? Masalah tidak harus diselesaikan dalam sehari. Proses mengubah diri tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Sama seperti balita yang baru belajar berjalan atau kamu yang sedang belajar naik sepeda.
Bukannya proses itu dinikmati ya? Ketika sampai di garis finish, sekalipun kita sampai di urutan yang terakhir, kita tidak akan merasa lelah ataupun sedih. Karena tujuannya bukan untuk menjadi yang pertama di finish, tetapi menikmati jalannya proses sampai ke tujuan akhir.
APRESIASI
Setiap orang punya prosesnya masing-masing. Semua orang pasti punya goal yang ingin dicapai. Nah masalahnya ketika melihat orang lain sudah lebih dulu mencapainya, kita akan merasa gagal mencapainya. Padahal kita tidak gagal. Sampai di tujuan pun belum. Kita gagal saat kita berhenti.
Kita akan kehilangan arah, jika tidak memahami diri kita sendiri. Tujuan utama kita harusnya bukan goal tersebut, tetapi perjalanan menujunya. Kalau sudah tahu arahnya, kita pasti akan mencapainya. Tetapi yang lebih penting adalah menikmati perjalanan akan membuat kita lebih mengapresiasi diri.
Anggap saja saat kamu sedang pergi ke kota baru naik kereta api menikmati pandangan-pandangan sekitar. Tanpa sadar sudah sampai tujuan. Membayangkan betapa nikmatnya pandangan selama perjalanan. Lalu kamu menuliskan pengalaman itu ke sebuah catatan. Ketika selesai menulis, kamu merasa lebih takjub dengan pengalaman naik kereta api dan diakhir dengan kalimat "What a Journey!".
LANGKAH KECIL
Sekarang aku lagi sedang ada di masa ingin berganti tujuan. Ketika teman-temanku sudah menetapkan dan mencapai tujuan mereka dari dulu, aku masih ingin mencari apa tujuan yang ingin aku capai. Kemana harus aku pergi. Aku berpikir bagaimana agar aku bisa langsung mencari dan mencapai tujuanku dengan cepat. Di saat itu aku belum memahami diriku sendiri. Entah apa yang aku inginkan.
Aku merenungkan dan merefleksikan diriku sendiri tentang apa yang sebenarnya aku ingin capai. Setelah aku gali lebih dalam, aku menemukannya. Tujuan yang mungkin tertidur sejak kecil. Di umur aku sekarang yang memang sedikit terlambat, apakah masih bisa? Bagaimana agar aku bisa cepat mencapainya?
Lalu aku teringat sebuah kalimat. Aku lupa darimana. Kalimatnya seperti ini, "Kau hanya ingin tiba di tujuanmu secepatnya dan santai-santai setelahnya."
Aku menyadari bahwa setelah tujuanku tercapai, bukan berarti sudah selesai. Mencapai tujuan hanyalah sebuah langkah untuk tujuan berikutnya. Dan menikmati langkah-langkah itulah yang ingin aku rasakan. Yang perlu dilakukan hanyalah mengambil langkah kecil untuk sesuatu yang besar. Tidak perlu terburu-buru karena menjalani proses itu lebih menyenangkan dari sekedar tiba di tujuan. Sama seperti ketika kita sedang menikmati pemandangan sambil naik kereta api ke tujuan.


Komentar
Posting Komentar